Para sahabat Sunset

cerita ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat, nama dan juga cerita adalah hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. let’s chek it dott…!!

***

 Image ini adalah ceritaku tentang 47 detik yang selalu aku kagumi. tentang 47 detik matahari menjemput sang malam dan meninggalkan gradasi terindah yang selalu memuatku untuk bermimpi akan jemari yang menguatkanku dipenghujung hari. inilah ceritaku tentang dia dan sunset.

Namanya Roy. Dia sahabatku. Dia tidak menyukai sunset karena dia selalu mencintai Gunung dan Sunrise. Tapi aku mencintainya dengan setulus hatiku meskipun dia tidak mengetahui urusan perasaan ini.

Namanya Aisyah dan aku selalu memanggilnya dengan Ai. Lebih singkat. itu saja alasannya. Ai sahabatku dan Roy. Tapi Ai lebih lama bersahabat dengan Roy daripada aku. Aku hanya orang asing yang datang diantara kisah persahabatan Roy dan Ai. tapi dengan lapang hati Roy dan Ai selalu menerima keberadaanku diantara kisah sejati mereka. Ai tidak menyukai Sunset ataupun Sunrise, tapi juga tidak menghindarinya. Ai selalu menjadi penengah diantara aku dan Roy. Ai selalu menjadi gradasi indah diantara aku dan Roy. selalu begitu.

Aku. Namaku Renata. Roy selalu memanggilku Rena. selalu memberikan informasi tentang tempat baru padaku terutama pantai. meskipun Roy tidak menyukai sunset. Roy. dia adalah alasanku kenapa aku selalu tertawa, alasanku kenapa aku mempunyai mimpi tentang hal terindah ketika sunset. Ai, dengan alasan konyolnya Ai selalu memanggilku dengan sebutan Natare. Ai memanggilku begitu katanya aku mirip dengan orang jepang, padahal kalau kalian tahu aku adalah orang jawa tulen. meskipun merasa ganjil ditelingaku tapi setelah tiga tahun berteman dengan Ai semua serasa biasa saja.

aku selalu menyukai Roy dan Ai sebagai sahabat terbaikku disamping rasa yang terus tumbuh subur ini. aku mencintai Roy dan Roy tidak perlu tahu urusan perasaan ini, apalagi Ai, dia tidak perlu tahu, mereka tidak perlu tahu. cukup aku dan sunsetlah yang tahu jika aku menyukai Roy, diantara kisah persahabatan kita bertiga ini. aku akan tertawa dan bahagia diantara mereka. seperti halnya aku mencintai sunset tanpa sunrise mengetahuinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s