The Raid 2 : B E R A N D A L

Image 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sutradara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gareth Evans

Produser Ario Sagantoro
Penulis Gareth Evans
Pemeran Iko Uwais
Arifin Putra
Oka Antara
Tio Pakusadewo
Alex Abbad
Julie Estelle
Ryuhei Matsuda
Kenichi Endo
Kazuki Kitamura
Sinematografi Matt Flannery
Penyunting Gareth Evans
Studio Merantau Films
XYZ Films
Tanggal rilis
Durasi 148 menit
Negara  Indonesia
Bahasa Indonesia
Jepang
Inggris

 

The Raid 2: Berandal adalah film aksi seni bela diri dari Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans dan dibintangi oleh Iko Uwais. Film ini adalah sekuel dari film The Raid. Film ini sebenarnya adalah proyek awal dari keseluruhan cerita The Raid yang diumumkan tahun 2011 sebelum prekuelnya, namun baru dirilis pada 2014.[3][4] Setelah tayang perdana di Festival Film Sundance pada 21 Februari 2014, film The Raid 2: Berandal akhirnya diumumkan akan tayang serentak di Indonesia dan Amerika Serikat pada tanggal 28 Maret 2014.[1]

Iko Uwais berperan kembali sebagai Rama, perwira pemula satuan senjata dan taktik khusus sekaligus seorang ayah. Selain itu, film ini juga dibintangi Alex Abbad, Julie Estelle, Roy Marten, Tio Pakusadewo, Arifin Putra, Cecep Arif Rahman. Aktor mancanegara dari Jepang seperti Ryuhei Matsuda, Kenichi Endo, dan Kazuki Kitamura juga ikut bergabung dalam film ini. (sumber : wikipedia)

***

dengan biaya produksi mencapai Rp. 26,9 Milyar tidak heran jika Film ini digarap dengan apik, tidak seperti film – film indonesia sebelumnya. Banyak adegan yang menurut saya fulgar (potong memotong orang), jika kalian pernah nonton film yang saya review sebelumnya – 300 – ternyata kalah mengerikan, secara di film 300 tersebut meskipun banyak darah bercucuran tapi 3D animasi, sedangkan di film The Raid 2 : Berandal ini lebih berkesan asli, mungkin karena sama – sama indonesia jadi lebih seperti nyata saja. saya sendiri tidak banyak melihat kelayar dikarenakan sibuk berteriak karena kaget dan lebih banyak menutup mata karena takut. wkwkwkwkwkwk. tapi secara keseluruhan sich “KEREN”. diawal film, kalian akan langsung disuguhkan dengan adegan penembakan dikepala.

ada beberapa kejanggalan yang terjadi sewaktu film berjalan. salah satunya, “salju”. setahu saya ini film berlokasi dijakarta tapi ketika pembunuhan tokoh prakoso ada setting hujan salju -_- jadi bingung. (untuk membuktikannya kalian harus nonton).

saya sebenarnya tidak terlalu suka dengan perjuangan rama (iko uwais) seorang diri, padahal dari pertama dia dimintai tolong untuk membongkar mafia didalam penjara tersebut. tapi apa karena saya tidak terlalu ngerti jadi saya nggak tahu kali ya.. (puyeng, masih terjangkit efek darah tadi malam waktu saya nonton). seperti film yang laris manis seperti Harry Potter, disini juga ada skuel selanjutnya. tapi saya musti memantapkan hati jika saya mau nonton lagi. (belum kuat chinnn..). film ini banyak menggunakan efek putih untuk mendramakan adegan darahnya. keren. dan ada lagi yang saya tidak suka, disini iko uwais seperti bertarung sendiri. mustahil nggak sich kesannya jika peran utama berperang sendiri melawan sebuah kejahatan yang notabennya seperti mafia?. enggak kan?. (komentar seorang penonton. read Dewi -saya sendiri-)

untuk lebih jelasnya kalian harus nonton jika memang kalian tidak memiliki penyakit asma yang akan kambuh tiba-tiba, atau penyakit jantung yang akan memicu detak jantung yang lebih cepat dari normal. pokoknya film ini direkomendasikan untuk para pecinta laga, dan didalam kamus hidupnya tidak ada kalimat “takut & menjerit”.

enjoy your day gals ^_^

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s