Museum Bank Mandiri

Hayyyy pals… long time no see. miss you parah ^_^

kalian pernah tidak pergi kemuseum mandiri? itu lhoh yang lokasinya didepan halte busway kota, yang deket sama st.kota, pasti tau donk bagi yang merasa dirinya orang jakarta, atau pernah bermukim dijakarta. kalau kalian belum tau (khususnya bagi orang jakarta) itu sungguh terlalu. saya saja yang orang perantauan tau soal museum tersebut. hahahaha…mungkin dikarenakan saya bukan asli jakarta, jadi rasa ingin taunya jauh lebih gede daripada para pribumi asli. heheheheImage

kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2014  saya berkelana ke MuseumImage Mandiri bersama sahabat saya dari Siloam Hospital. seharusnya kalau untuk umum kita dikenakan biaya administrasi / karcis sebesar Rp. 2000,- tapi entah kenapa waktu itu saya sama teman saya digratiskan, mungkin karena kita dikira masih pelajar jadi tidak tega memungut biaya.hahahahaha apa karena muka kita aja kali ya yang melas… hahahaha (jangan ketawa ya nind). lets chekidot pemirsahhh…

Image* * *

Museum Bank Mandiri terletak di Jl. Lapangan Stasiun No. 1, Jakarta Barat dan merupakan salah satu bagian dari cagar budaya Kota Tua di Jakarta

Sejarah museumImage

Berdiri tanggal 2 Oktober 1998. Museum yang menempati area seluas 10.039 m2 ini pada awalnya adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan.

Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) dinasionalisasi pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Kemudian bersamaan dengan lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada 31 Desember 1968, gedung tersebut pun beralih menjadi kantor pusat Bank Export import (Bank Exim), hingga akhirnya legal merger Bank Exim bersama Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Bank Mandiri (1999), maka gedung tersebut pun menjadi asset Bank Mandiri.

ImageArsitektur bangunan museum

Gedung Museum Bank Mandiri (ex-Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM)) dirancang oleh 3 orang arsitek belanda yaitu J.J.J de Bruyn, A.P. Smits dan C. van de Linde. Gedung ini mulai dibangun tahun 1929 dan pada tanggal 14 Januari 1933 dibuka secara resmi Oleh C.J Karel Van Aalst, Presiden NHM ke-10. Gedung ex-NHM ini tampak kokoh dan megah dengan arsitektur Niew Zakelijk atau Art Deco Klasik

ImageKoleksi museum

Koleksi museum terdiri dari berbagai macam koleksi yang terkait dengan aktivitas perbankan “tempo doeloe” dan perkembangannya, koleksi yang dimiliki mulai dari perlengkapan operasional bank, surat berharga, mata uang kuno (numismatik), brandkast, dan lain-lain.

Koleksi perlengkapan operasional bank “tempo doeloe” yang unik, antara lain adalah peti uang, mesin hitung uang mekanik, kalkulator, mesin pembukuan, mesin cetak, alat pres bendel, seal press, safe deposit box maupun aneka surat berharga seperti bilyet deposito, sertikat deposito, cek, obligasi, dan saham(http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Bank_Mandiri)

Museum mandiri itu kalau menurut saya, seyeeemmm…habis pencahayaannya temaram terus ditambah masuk kelorong – lorong seperti penjara ditambah lagi bau ruangannya seperti dibawah tanah dan banyak patung. tapi untuk kalian yang selalu ingin tahu bagaimana revolusi uang dari waktu ke waktu kalian diwajibkan untuk melongok ke Museum Bank mandiri ini, karena kallian akan tercengang sendiri dari yang soal berbagai macam revolusi mesin ketik, mesin fotokopi mesin pencetak uang dan bahkan komputer – komputer jadul yang belum pernah saya lihat. selain tempat ini murah, datang ke museum itu tidak kalah seru dengan kita pergi ke mall – mall gede yang full AC. kalau kalian memang cinta indonesia selalu jangan pernah merasa rendah dengan datang ke Museum, apapun museumnya. sisihkan sedikit waktu kalian untuk bernostalgia ke jaman – jaman yang lampau, jaman sebelum kita menghirup udara ini. enjoy your day pals.. ^_^

ImageImageImageImageImageImage

Note : Thanks untuk Nindha yang sudah menemani saya berkeliling museum Bank Mandiri, meskipun seperti berpetualang di labirin tapi tetap bersemangat.hahahaha. For Next Posting, I’ll post about “museum Fatahilah” sama teman – teman dari siloam hospital yang lebih ramai lagi.. don’t miss it.

Tidung Island

Yeeeyyyyy…akhirnya saya berkesempatan juga untuk menceritakan waktu liburan saya kemarin ke kepulauan seribu, tepatnya di Pulau tidung. saya dan ke-13 teman lainnya berangkat tanggal 30 Maret dari muara Angke karena kita pilih travel yang murah jadi berangkat dari muara angke.hahahaha (irit dikit). jadwal keberangkatan pukul 07.00 wib tapiiiiiiiiiiiiii karenaaaaa pas musim liburan kita jadi terlantar di muara angke sampe tengah hari bolong baru berangkat. jadi FYI aja untuk kalian yang mau liburan kepulau seribu mending menggunakan Speed Boat meskipun mahal sedikit, tapi kalau kalian mau ber antri – antri ria kayak orang mau mudik yhaa terserah kalian, tapi untuk kalian yang nggak mau ngantri + desak – desakan saya sarankan untuk menggunakan fasilitas Speed Boat yang diancol. karena saya berangkatnya tengah hari bolong saya dan teman – teman lain sampai di tempat tujuan sudah sore. oh ya satu lagi, saya sarankan juga jangan menggunakan Rony Travel karena benar – benar nggak recomended banget. entah itu kita pas sial atau bagaimana tapi kami merasa tertelantarkan.Image disebelah adalah foto waktu kami menunggu.Image (tapi waktu difoto muka kecewa, lelah, dan kepanasan berubah 180 derajat.wkwkwkwkwkwkwk)

 

dan selanjutnya kami mencoba bersenang – senang dengan seluruh kegembiran yang kami miliki. meskipun ada sedikit ketidak nyamanan dikanan dan kiri kami tapi sebisa mungkin kami tertawa lepas untuk menikmati saat – saat yang akan menjadi kenangan dihati kami masing – masing. dan ini beberapa foto kenangan terindah saya bersama mereka semua.

ImageImage

ImageImage

Note : untuk tahu lebih jauh soal foto – foto keseluruhan liburan saya dan teman – teman saya, kalian bisa mengunjungi facebook saya di : https://www.facebook.com/dewi.widayanti.9 . semoga bermanfaat untuk referensi liburan kalian ya..

saya nggak arrange untuk berapa banyak saya menghaiskan uang untuk pergi kepulau tidung, tapi untuk biaya travel yang terdiri dari 14 orang dengan keberangkatan dengan kapal kayu yang memakan waktu lebih dari 2 jam adalah standart travel aja, jadi semakin banyak kalian bisa mengumpulkan orang semakin murah pula tarifnya.

saya pulang tanggal 31 Maretnya dengan menggunakan kapal kayu juga.