Trail Ridge Road (Rocky Mountain National Park)

Reblog your post @The (Semi-Regular) Roaming Lama (Trail Ridge Road (Rocky Mountain National Park))

The (Semi-Regular) Roaming Lama

The heavily traveled ‘Highway to the Sky’ was a true masterpiece when constructed in 1931. When cars were first introduced to the road it was called a “scenic wonder of the world” as it presented views that most travelers were never able to see before. Eleven of the 48 miles of the road lies above treeline and thus as you drive through the road you have unobstructed views of the Rocky Mountains around you. From this point lies one of the best places to catch sunset in Rocky Mountain National Park.

Trail Ridge Road (Rocky Mountain National Park)

Trail Ridge Road Rocky Mountain National Park

You do not travel if you are afraid of the unknown, you travel for the unknown, that reveals you with yourself

— Ella Maillart

View original post

Review – Dear John

220px-Dear_johnDear John adalah film 2010 yang bergenre drama romantis, film ini dibintangi oleh Channing Tatum danAmanda Seyfried. Sutradara film ini Lasse Hallström dari novel Nicholas Sparks dengan judul yang sama. Dear John menceritakan tentang kisah cinta seorang prajurit Channing Tatum dengan seorang wanita Amanda Seyfried perang antara Amerika dan Irak yang membuat prajurit harus berjauhan dengan sang wanita sehingga mereka berkomunikasi dengan saling surat menyurat.

John Tyree (Channing Tatum) seorang prajurit muda Amerika yang sedang cuti dari tugasnya, ia bertemu dengan Savannah Curtis (Amanda Seyfried), seorang mahasiswi dan mereka saling jatuh cinta.Pasangan ini dipisahkan oleh penempatan tugas John ke daerah konflik.Sementara terpisah, mereka tetap berhubungan melalui surat cinta.Saat terjadi serangan 11 September, John pun memperpanjang masa dinasnya di militer.Savannah tidak bisa ditinggal lama-lama.Ia mengirim surat kepada John dan mengatakan menjalin hubungan dengan laki-laki lain. John mengira Savannah berhubungan dengan tetangganya yang kaya sehingga patah hati, tapi ia salah.Sampai pada akhirnya mereka pun tidak lagi saling surat menyurat dikarenakan keadaan.                                                         (http://id.wikipedia.org/wiki/Dear_John_%28film%29).

Dua hari terakir ini saya dan sahabat saya endut (nama samaran), sedang gila – gilanya menonton film romantis. meskipun pada akhirnya kita akan meraung – raung karena efek dari film tersebut. Efek romantisnya, efek so sweetnya, efek nakalnya, dan efek kerennya pemain utama cowoknya. terlebih karena kita tidak memiliki pasangan untuk kita peluk setelah film tersebut usai.whahahaha (begitu kasihan)

Difilm ini kita diajarkan untuk setia meskipun jarak selalu membentang diantara pasangan ini. kita diajarkan menghargai waktu meskipun sedetik saja bersama orang – orang yang kita sayang. bagi kalian yang sedang LDR, semoga waktu adalah obat untuk menumbuhkan perasaan kalian yang terus diuji menjadi lebih baik atau lebih buruk. semoga bagi kalian yang sedang menjalin hubungan LDR mampu untuk saling mencintai dan berbagi. karena waktu pada akhirnya akan menjawab seberapa besar cinta kalian untuk pasangan. seperti difilm ini, meskipun jarak dan waktu memisahkan mereka begitu lama dan berliku tapi pada akhirnya cinta dan keteguhan hati kembali menyatukan mereka. (hahhh…meskipun saya sendiri sebenarnya tidak percaya hubungan bentuk LDR, but its oke untuk kalian yang percaya)

Difilm ini juga banyak lagu keren – keren nan romantis yang selalu berdendang mengiringi adegan demi adegan seperti : Deborah luire yang menjadi tema film Dear John itu sendiri serta Little house yang dinyanyikan oleh Amanda seyfried pemeran Savvanah dengan menggunakan gitar, dan masih banyak lagu lagi yang berdendang di film yang berdurasi 105 menit ini.

Enjoy your day pals.

Darwis Tere Liye

Selau mengesankan. selalu membekas. selalu tau jalan menuju hati saya. selalu tau bagaimana menyentil saya terlebih cara berfikir saya tentang diri saya sendiri dan orang – orang disekitar saya. selalu tau jalan untuk membuat saya berfikir ulang tentang bagaimana hidup saya selama ini berjalan. itulah makna Novel karya Darwis Tere Liye atau Tere Liye untuk saya pribadi. Saya tidak tau sejak kapan tulisan – tulisan Darwis Tere Liye mampu merasuki otak saya. tapi yang pasti saya selalu mempunyai cara untuk berterimakasih kepadanya. Entah itu membeli buku – bukunya seperti yang selalu saya lakukan setiap buku terbarunya launching atau dengan mengcopy paste quate – quotenya dengan harapan akan ada banyak pembaca yang tertarik menyambangi Fan Page Tere Liye, terdengar aneh mungkin tapi itulah cara saya mengapresiasikan terimaksih saya kepada motivator saya secara tidak langsung. Dengan adanya buku – buku dari Darwis Tere Liye saya selalu mempunyai semangat baru untuk menyelesaikan tulisan saya pribadi. dan saya juga tidak tau bagaimana caranya semangat itu selalu muncul. Menikmatinya dan mengapresiasikannya.

Tere Liye selalu mempunyai cara menjadikan cerita kehidupan biasa menjadi begitu luar biasa (baca : novel Sepucuk angpao merah). selalu bisa mengartikan cinta dengan jalan yang benar yang selama ini sudah mulai pudar didalam diri saya dan sebagian besar remaja jaman sekarang. dan saya akan selalu malu jika membaca bukunya yang semua itu adalah benar dan yang saya yakini selama ini adalah salah. saya berterimakasih karena dengan buku – buku dari Darwis Tere Liye yang selama ini saya baca mampu secara tidak langsung membenahi otak saya tentang menerjemahkan cinta sejati, tentang bagaimana saya memperlakukan “seseorang” yang belum halal untuk saya. Darwis Tere Liye selalu membuat saya secara tidak langsung kembali kepada Pencipta saya, menggiring saya menengok surat – surat cinta pencipta saya dan mengembalikan saya ke jalan yang selama ini mulai terlihat samar didepan mata saya.

Terimakasih Darwis Tere Liye. Terimakasih sudah menjadi motivator untuk saya menjadi pribadi yang selalu berjuang untuk menorehkan cerita terbaik untuk hidup saya pribadi. Terimakasih untuk semangat dan nasehatnya. meskipun itu secara tidak langsung tapi saya berkewajiban mengucapkan terimakasih untuk anda.

semoga saya mampu untuk terus berjuang menjadi apa yang selama ini saya mimpikan, saya citakan dan saya skenariokan. Dan semoga saya dan waktu saya bisa bermanfaat untuk kebaikan.

saya begitu memahami jika Tuhan itu Maha Sutradara karena itu saya akan terus berjuang menjadi pemeran yang baik yang akan selalu mencintai-NYA dan menyayangi-NYA.

Review – The Library

852Film Thailand yang berdurasi hanya 30 menit ini mampu membangunkan otakku untuk berfikir kembali tentang cinta. tentang sebuah pengharapan tanpa akhir, tentang sebuah memori, tentang sebuah pengejaran. Short movie ini bercerita tentang seorang penjaga perpustakaan bernama Aane yang mencintai salah seorang peminjam buku bernama Jim. Ann hanya berani menatap dan memperhatikan Jim setiap kali Jim berkesempatan datang keperpustakaan tersebut. Ann mencintai Jim semenjak perjumpaan pertama mereka tapi seperti kebayakan cerita klise, Ann hanya bisa mengagumi tanpa bisa mengatakannya sama halnya dengan Jim.

mereka memiliki perasaan yang sam, tetapi tidak satupun yang berani mengungkapkan. Jim hanya bisa menuliskan perasaannya pada memo kecil yang ditinggalkan dibuku yang dipinjamnya, berharap jika Ann menemukannya dan membacanya tapi pada kenyataannya Ann tidak menemukan memo tersebut dan mencoba berfikir realistis jika sebenarnya Jim tidak memiliki perasaan yang sama dengan dirinya. sampai akhirnya Jim memiliki cinta dan menikah dan akhirnya meninggal. baru rahasia itu terungkap.

untuk kalian yang memiliki cinta, perjuangkan cinta itu jika cinta itu patut diperjuangkan. karena kita tidak tahu takdir yang bagaimana yang menghampiri kita. tapi apapun yang terjadi dikemudian hari adalah hasil dari apa yang kita lakukan hari ini.

tapi percayalah jika Tuhan itu maha sutradara

Review – Exodus : Gods and Kings

Exodus2014PosterGenre                           : Drama, Petualangan
Tanggal Rilis Perdana : 12 Desember 2014
MPAA Rating                : Bimbingan Ortu
Studio                           : 20th Century Fox

CAST & CREW

Sutradara : Ridley Scott
Produser : Peter Chernin, Ridley Scott
Penulis Naskah : Steve Zaillian, Adam Cooper, Bill Collage

Cast :

Film ini akan menceritakan kembali kisah seorang Musa. Bermula ketika dia hampir terbunuh pada saat bayi dan diadopsi oleh keluarga kerajaan Mesir. Pada awalnya, Musa dan Firaun bersahabat baik hingga dewasa. Musa yang merasa setelah 400 tahun masa perbudakan semakin memburuk dan terpikir untuk menghentikan hal tersebut. Sayangnya Firaun menolak dan mengakibatkan mereka yang dulunya berteman menjadi berseberangan. Akhirnya Musa memimpin 400 ribu budak dalam perjalanan monumental untuk melarikan diri dari Mesir. Meski begitu, Firaun yang kejam tak merelakan kebebasan para budaknya. Dengan segera Firaun mengerahkan pasukan untuk melawan Musa. Dalam perang itu lautan dipenuhi darah dan mayat, sekaligus terjadi berbagai bencana alam. Namun Musa yakin dengan perjuangannya karena mendapat dukungan dari Tuhan. (http://www.wowkeren.com/film/exodus_gods_and_kings/#sthash.w42HmnHH.dpuf)

kemarin, tepatnya tadi malam (Desember 23, 2014) saya dan teman – teman kampus saya memutuskan nonton film ini. film ini adalah film yang kembali mengingatkan saya tentang cerita nabi – nabi yang pernah diceritakan oleh guru agama saya waktu masih kecil. meskipun film ini terinspirasi dari Alkitab tapi 80% hampir benar – benar dibuat sesuai versi cerita yang sebenarnya. meskipun ada beberapa bagian yang di skip tapi overall semuanya oke, kecuali bagian endingnya, saya kurang suka, karena dicerita ini Ramses tidak mati tenggelam dilaut merah yang seharusnya kan tenggelam bersama pasukannya. oh ya satu lagi, bukannya Nabi Musa menyelamatkan kaumnya itu dengan membelah laut merah menggunakan tongkat kan ya? tapi difilm ini yha kali Nabi musanya hanya melempar pedangnya?? apa saya salah ingat??

untuk kalian yang ingin kembali mengingat kisah nabi kita dan memperkuat iman kita atas agama yang telah kita anut, tidak ada salahnya luangkan waktu sejenak untuk menonton film ini.

enjoy your day ya pals..